Kutulis sajak cinta berurai air mata,luruh jiwa terluka oleh sabda pemilik hatinya.Bisikan asmara,senandung derita.
Malam nan senyap ialah mahkota kehidupan di terjang kehampaan.Disini ditelaga hati ini ada rasa perih nan menyayat hati.
Apa guna sang bulan bila purnama ku di telan kesakitan.Apa faedah binar bintang,andai kalbi ku mati oleh bias nirwana bercengkrama oleh cakrawala.
Aku satu manusia yg mengais cinta di bawah lorong langit nan perkasa.Berjalan setapak gapai bahtera demi seutas bahagia.Menyisir etape kehidupan yg kadang terjal n berduri.Tetapi kali ini aku jatuh di hati yg menyakiti.Jiwa yg dulu memiliki janji prasasty,raga silam nan teguh jalani kesetiaan diri.Kini hancur!!!! Kini raib,kini hilang di terkam oleh kepalsuan cinta menembus dinding jiwa.
Bingkai air mata ini mengalir tiada henti,terluka,kecewa,nestapa seolah robohkan sang ksatria.Bingkai air mata ini kan terbungkus kain suci,bingkai air mata ini kan menjadi saksi pengabdian diri,bingkai air mata ini g menuntut cinta abadi.Bingkai air mata ini sekedar bermimpi,meraup apa yg di kata hati,tentang rasa,cinta damai dah bahagia.
Bingkai air mata ini kan terbawa oleh mati,tak perlu ku jelaskan betapa tegar kalbi menghadapi.
Aku kalah..!!!!Terkalahkan oleh cinta yg ku pupuk indah,hinga mewangi di taman asmara penuh warna.Sukma ku terajam berjuta batu nista yg g memiliki makna apa2...
Cinta...ya cinta biasa yg mengubur segala asa sang ksatria.Huuftt...aku bkn lah sang pendosa yg mesti kau ganjar oleh bias keangkuhan.
Krn esok atas ijin TUHAN kan ku pertemukan,siapakah bidadari yg turun dari langit utk ku,utk cinta ku,utk asa kuk,utk hidupku.Dialah bidadari hati nan pasti tercipta dr tulang iga ku.Salam ku buat mu wanita penyiksa jiwa,salam ku utk sebait maaf ketulusan jiwa....
Sebab aku sdh tak mengerti harus bagaimana,kau luluh lantahkan istana mimpiku dg semua desir sirnanya cintamu!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar